Lust of Life
"Nafsu, yang membuat sebagian manusia hidup sekaligus alasan sebagian manusia mati."
Selama ini kami pikir kami adalah orang yang sederhana, selalu bersyukur, dan mudah puas. Kami iri terhadap semangat orang - orang berambisi kuat, para idealis. Tanpa kami sadari kita juga mereka yang sedikit berbeda.
Ambisi kami memilih jalan yang ramai, yang membuat kami lelah karena harus berlomba dengan sebanyak - banyaknya orang. Ambisi kami membuat leher kami pegal untuk terus menoleh. Ambisi kami menutup indera kami dari keindahan. Ambisi kami menekan kepala kebahagiaan, mengeluarkannya sejenak hanya untuk ditenggelamkan lebih dalam.
Kami orang sederhana yang kelelahan, yang mengalah tetapi tidak pernah lega. Kami berlari tetapi memutar.
Tapi kini tidak lagi, tidak akan kami biarkan.
Coldplay - Up&Up Lyric
fixing up a car to drive in it again
searching for the water hoping for the rain
up and up, up and up
down upon the canvas, working meal to meal
waiting for a chance to pick your orange field
up and up, up and up
see a pearl form, a diamond in the rough
see a bird soaring high above the flood
it’s in your blood, it’s in your blood
underneath the storm an umbrella is saying
sitting with the poison takes away the pain
up and up, up and up it’s saying
we’re going to get it get it together right now
going to get it get it together somehow
going to get it get it together and flower
oh oh oh oh oh oh
we’re going to get it get it together I know
going to get it get it together and flow
going to get it get it together and go
up and up and up
lying in the gutter, aiming for the moon
trying to empty out the ocean with a spoon
up and up, up and up
how come people suffer how come people part?
how come people struggle how come people break your heart?
break your heart
yes I want to grow yes I want to feel
yes I want to know show me how to heal it up
heal it up
see the forest there in every seed
angels in the marble waiting to be freed
just need love just need love
when the going is rough saying
we’re going to get it get it together right now
going to get it get it together somehow
going to get it get it together and flower
oh oh oh oh oh oh
we’re going to get it get it together I know
going to get it get it together and flow
going to get it get it together and go
up and up and up
and you can say what is, or fight for it
close your mind or take a risk
you can say it’s mine and clench your fist
or see each sunrise as a gift
we’re going to get it get it together right now
going to get it get it together somehow
going to get it get it together and flower
oh oh oh oh oh oh
we’re going to get it get it together I know
going to get it get it together and flow
going to get it get it together and go
up and up and up
we’re going to get it get it together right now
going to get it get it together somehow
going to get it get it together and flower
oh oh oh oh oh oh
we’re going to get it get it together I know
going to get it get it together and flow
going to get it get it together and go
up and up and up
oh-oh oh, oh-oh oh oh oh oh
fixing up a car to drive in it again
when you’re in pain
when you think you’ve had enough
don’t ever give up
don’t ever give up
Hypocrite
Sometimes I love living in a big city
Love the people that never bother to know your life
Love the tower buildings
Love the lifestyle
Love the mall
Love the noise
Love for being lost in the crowd
But sometimes I hate big city
I hate people that love and proud to be a part of this
I hate that we're too much different than we used to
I hate that we keep getting farther and farther with nature
I want to get lost in the wild
And there's also the time when I realize that I'm in between
The realization hits me
I hate my self
I'm hypocrite
Circle of Life
You used to be sad, I used to be happy
Now I am sad, now you're happy
Later you'll be sad, later I'll be happy
Book of life have been written
But we never been give in
Living in a circle,
and celebrate together.
Paradoks Kebebasan dan Lingkaran Setan
"Jadi gini teman-teman, saya sering melihat fenomena unik tentang manusia, yaitu "dia yang mencoba menjadi paling berbeda ternyata jatuhnya menjadi sama", benar begitu yang saya lihat, banyak teman-teman saya yang mengikuti perkataan "be yourself" tapi uniknya malah tidak menjadi unik dan berbeda namun menjadi sejenis dan mirip-mirip: dari pemikiran, perkataan, tingkah laku, dandanan, dan sebagainya.
Teman-teman saya sering mengagungkan kebebasan memilih, tapi uniknya apa yang mereka pilih kisarannya ya sama-sama aja: sama-sama pro LGBT, sama-sama pro sekulerisme, sama-sama pro konsep-konsep liberalisme (meskipun tanpa nama liberalisme), dan sebagainya. Seakan-akan ada isyarat bahwa kebebasan memilih dan semangat "be yourself" adalah menjadi seseorang yang ya.... modelnya mirip-mirip dan sama.
Ada penjelasan tentang paradoks kebebasan. Bagaimana kebebasan justru mengkhianati dirinya sendiri. Sebab "kebebasan" bukanlah konsep yang bebas nilai. "Kebebasan" menjadi alat bagi "sang penguasa" untuk mempertahankan pengaruhnya.
Well, paradoks kebebasan saya paling dapati ketika menengok ke era amandemen XV konstitusi Amerika Serikat yang ketika itu dinyatakan bahwa orang kulit hitam diberikan hak untuk memilih. Lantas apakah pada waktu itu orang kulit hitam bisa memilih dalam pemilu? Nope. Setiap warga negara amerika harus memiliki syarat: 1. Tidak buta huruf, 2. Sudah membayar pajak senilai tertentu, 3. Ayah-Ibu dan Kakek-Nenek bukanlah budak akibatnya mayoritas kulit hitam tidak dapat berpartisipasi di pemilu pada waktu itu. Apakah fair?
Most of us will say no, dan ketika kita berkata "ini tidak fair" sejatinya adalah standar ganda sebab kita begitu mendukung konsep pasar bebas yang sejatinya juga tidak fair seperti ini, kita mendukung dicabutnya restriksi terhadap brand asing masuk sebab "agar perusahaan Indonesia mampu terpacu bersaing dengan mereka", kita mendukung privatisasi BUMN... Padahal kesemuaannya sama-sama tidak fair.
Seakan-akan fenomena di atas berkata, "benar kebebasan sudah diberikan, tapi kalau mau benar-benar dikatakan 'bebas' maka anda harus menempuh sedemikian dan sedemikian". Pesan tersirat ini hidup dalam teman-teman saya yang "be yourself", seakan-akan hidup ini tidak bebas apabila tidak hidup dengan cara mereka hidup, dengan cara mereka bicara, berjalan, berpakaian, bermain-main, dan berdandan. "Kamu adalah orang yang bebas jika kamu pro LGBT, mendukung sekulerisme, tidak nggetu beribadah, mau have fun sampai tidak ibadah wajib, mau pacaran, dan sebagainya" sebuah tanda bahwa "kebebasan" itu adalah sekadar "alat".
Hal ini membuat saya semakin meresapi perkataan guru saya bahwa "globalisasi itu proyeksi" yang bermakna bahwa Si Unyil tidak akan ditayangkan di Malaysia namun Upin-Ipin merajai kartun Indonesia, yang bermakna bahwa Blangkon tak pernah menghiasi fashion Korea namun Blazer Korea menghiasi fashion Indonesia, yang bermakna bahwa orang Inggris tak akan menamai dirinya Paijo namun orang Jawa dapat menamai dirinya Henry. Globalisasi itu proyeksi, norma orang Padang tak akan berhasil mewarnai masyarakat Amerika namun norma Amerika berhasil mewarnai masyarakat Padang.
Globalisasi bagaikan Amandemen XV untuk negara-negara dunia ini, di titik globalisasi dimulai negara-negara seakan memiliki kesempatan yang sama namun tidaklah begitu. Orang kulit hitam harus memenuhi 3 syarat itu untuk dapat memilih sebagaimana negara-negara harus memenuhi syarat-syarat yang diberikan "sang pemenang" agar dapat memperoleh haknya.
Syarat-syarat itu bukan "negaramu harus bebas buta warna" namun "negaramu harus mengadopsi nilai-nilai yang aku bawa" "perusahaanku bebas di negaramu memberikan pengaruh" "norma-norma dan nilai-nilaiku harus negaramu bolehkan untuk disebarkan via universitas, televisi, media cetak, dan sebagainya" yang akhirnya negara kita pun mengadopsinya sehingga iklan-iklan di TV, tayangan-tayangannya, model pendidikannya, bacaan-bacaannya dan konsep "kebebasan"nya adalah yang sedikit banyak sesuai dengan apa yang dibawakan "sang pemenang" agar pengaruhnya tetap kuat.
Oleh karenanya, teman-teman saya yang memperjuangkan kebebasan dan mencoba "be yourself" banyak sekali jatuhnya menjadi pribadi-pribadi yang sama, sejenis, mirip-mirip semua.
Sebab...
Ya sederhana...
Bebas adalah mengikuti apa yang ditawarkan "sang penguasa" atau "sang pemenang".
Selain dari itu hanyalah orang yang tertinggal dan terbelakang adanya."
- Baskoro Aris Sansoko
Saya lupa di mana tepatnya saya menemukan tulisan kutipan di atas tetapi yang jelas tulisan ini benar - benar mewakilkan apa yang saya juga rasakan. Saya selalu tertarik dengan yang namanya paradoks, salah satunya adalah paradoks kebebasan yang dibahas dalam tulisan di atas. Tetapi pada tulisan saya kali ini, saya tidak akan menyinggung masalah paradoks kebebasan, saya ingin menyinggung paradoks secara umum.
Jika ada musyawarah yang membahas tentang suatu paradoks, mestilah musyawarah itu tidak akan pernah mencapai mufakat. Membicarakan paradoks tidak akan ada habisnya karena semua orang mempunyai sudut pandang berbeda - beda. Itulah kenapa paradoks selalu berakhir pada suatu konflik, dan konflik melahirkan solusi yang dikemudian hari berubah menjadi paradoks baru dan begitulah seterusnya hingga membentuk lingkaran setan.
Dan sebenarnya, dunia ini penuh dengan lingkaran setan yang tidak mungkin terputus. Lingkaran setan inilah yang menjaga keseimbangan agar kehidupan berjalan sebagaimana mestinya.
Meskipun lingkaran setan tidak bisa berhenti tapi kita sebagai manusia bisa memperlambat perputarannya untuk mempertankan ideologi kita. Kita hanya perlu menetapkan batas dan selalu ingat untuk tidak melewatinya. Dan menurut saya batas yang paling ideal adalah diri sendiri. Maksudnya adalah kita dapat menerapkan ideologi kita sebebas - bebasnya tetapi hanya pada diri sendiri, dan ingat bahwa orang lain juga berhak menerapkan ideologinya sendiri sebebas - bebasnya. Mengajak orang lain memahami ideologi kita lebih bijak daripada mengajak orang lain mengikuti ideologi kita.
Sekarang, agar saya tidak terkesan mengajak Anda mengikuti ideologi saya maka saya sarankan Anda mencari ideologi Anda sendiri mulai sekarang dan jangan mudah percaya dengan pemikiran orang lain termasuk pemikiran saya yang ada di sini.
Titik 1
Aku telah sampai pada titik dimana aku merasa tidak perlu mencari pelajaran hidup, hanya menikmatinya.
Selfish?
Kenapa pria tua membosankan itu terus memandang skateboardku?
Well, mungkin dia sedang mengenang masa mudanya. Masa dimana dia menghabiskan waktunya bermain skateboard dan pulang ke rumah pukul 7 untuk makan malam bersama keluarga bahagianya. Heh mungkin sekarang dia terlihat membosankan tapi siapa yang tau apa penyebabnya? Bisa jadi, suatu hari, sepulangnya dari berlatih basket ibunya belari keluar rumah sambil menangis sedangkan ayahnya diam tidak bergerak di dalam ambulans yang terpakir di rumahnya. Dan begitulah mimpinya tentang berkeliling dunia lenyap sudah. Kini dia mungkin terlihat hidup sejahtera tapi juga menyedihkan. Pekerja kantoran di ibu kota, berkeluarga, tapi tidak punya cerita masa muda menyenangkan untuk diceritakan pada anaknya.
"Jangan egois terhadap orang lain dan diri sendiri."
Pendidikan untuk siapa?
Puisi oleh : Elnia Sevinawati dan Eka Nur Rahmawati
Anak didik adalah kelinci
Kelinci pemerintahan
Kelinci para penguasa
Bertubi - tubi dibuat depresi
Selalu dianggap sebagai anak kecil
Masa bodoh dengan petisi
Masa bodoh dengan aspirasi
Masa bodoh dengan siswa - siswi yang gantung diri
Kami adalah kelinci
Kemana perginya aspirasi kami?
Dianggap apa ide - ide kami?
Kami tak pernah dihargai
Mereka hanya anak kecil
Berkritik tanpa pikir
Bertindak karena emosi
Kami lahir bukan sebagai kelinci
Aspirasi kami memiliki bukti
Kami menjadi mangsa politik
Dicabik - cabik tak bisa berkutik
Tau apa mereka tentang politik?
Tau apa mereka tentang APBN?
Soal bocor itu hanya karangan
Standard internasional itu memang harus ditetapkan
Benahi dulu otak pemerintahan
Benahi dulu saraf - saraf pemerintahan
Berkacalah pada kami
Lihat, seperti apa kalian saat ini
Kami pemerintah
Kami yang memerintah
Mereka memerintah tidak ada UN
Kami memerintah dua kali UN
Kalian bukan siapa - siapa
Ya, kami yang berkuasa
Uangmu adalah uang kami
Memerintah adalah pekerjaan kami
Kalian bukan pendidik
Pendidikan untuk siapa?
Kamis, 22 April 2014
Jika Saja Ada Waktu Untuk Bertemu
Jika saja ada waktu untuk bertemu
Dan kamu bertanya padaku bagaimana kabarku
Akan kujawab dengan lantang
Bahwa aku SAMA SEKALI tidak baik
Dan aku tidak akan bertanya apa kabarmu
Tapi aku akan bertanya bagaimana caramu hidup selama ini
Setelah semua ini
Seakan - akan kamu benar - benar tidak terpengaruh
Bertingkah seakan - akan tidak tahu
Jika saja ada waktu untuk bertemu
Semoga itu bukan kamu
Menulis ini dengan mendengarkan 5SOS - Amnesia
Yang Ia Simpan
Banyak yang aku pikirkan
Apa yang harus aku katakan
Aku coba katakan
Aku hanya ingin perpisahan
Yang tidak menyedihkan
Tolong mengertilah
Bahwa aku juga terluka
Aku laki-laki
Maaf aku tidak sentimentil
Aku bilang di masa depan, yang berlalu biar berlalu
Tapi inilah aku
Pergilah
Lepaskan
Ini waktu untuk terbang
Waktu untuk membiarkannya jatuh
Dan simpan sedikit tempatmu
Akan kucoba menyusulmu
Di surga, tunggulah aku
Membuat ini dengan iringan lagu VNV Nation - From My Hands.
Waktu-Harapan-Semangat-Perjuangan-Waktu-.....
Balita, anak-anak, remaja, dewasa
Muda, tua
Bukan umur yang memberhentikan semangat, karena perjuangan akan terus ada.
Waktu memang berharga tapi tidak akan berguna tanpa harapan dan harapan adalah omong kosong tanpa semangat tapi perjuangan akan tetap berarti meski tanpa keberhasilan karena gagal adalah satu langkah lebih depan menuju kesuksesan
Tertahan Di Dermaga
Gadis kecil di ujung dermaga
Kenapa tak dia buat loncatan indahnya?
Apakah dia tertahan kawan lama?
Apakah dia tersandung masalah?
Atau mungkinkah dia terhipnotis panorama?
Gadis kecil di ujung dermaga
Melamun, tak takut asa
Meringkuk, putus asa
Gadis kecil di ujung dermaga
Apakah dia itu aku?
Atau kamu?
Atau jangan-jangan kita semua?
Makna
Terang tak berarti jelas
Ramai tak berarti berkawan
Karena senang tak berarti bahagia
Gelap tak berarti suram
Sepi tak berarti sendiri
Karena masalah tak berarti akhir kehidupan
Air mineral = Aqua ?
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmyBJIpdcZ8aAdS9Bqst6CPnpXx6_YI8fWKMPQooglEMwRpsONF4BM_NxjeKeAm11wL3-N43OLQJ7YSVAiFNmHmwVmN6pAmTtODz2u0U9uRAk36hKjBAtqyT15a7tR3dOqEC1wbXbKXw8/s1600/botol-air-mineral.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmyBJIpdcZ8aAdS9Bqst6CPnpXx6_YI8fWKMPQooglEMwRpsONF4BM_NxjeKeAm11wL3-N43OLQJ7YSVAiFNmHmwVmN6pAmTtODz2u0U9uRAk36hKjBAtqyT15a7tR3dOqEC1wbXbKXw8/s640/botol-air-mineral.jpg"> </a> </div>
Ini adalah sebuah naskah yang saya buat, bercerita tentang pertemuan keluarga dengan latar waktu dimana air minum dalam kemasan masih dianggap sebagai suatu hal yang mewah. Dengan melibatkan penyebutan 2 brand air mineral terbesar di Indonesia. Ingaat! Ini hanya fiksi yang terinspirasi dari kenyataan dan dibuat sebagai bentuk sarkasme bagi pihak tertentu.
Situasi Aneh
Saudara pertama : (Menghadap saudara ke-2, lalu berbicara sambil memperlihatkan 2 botol air mineral club) Lihat, tadi waktu di kereta aku beli club 2 botol, airnya enak kayak air yang biasa kita minum di rumah.
Saudara ke-2 : (Tidak menanggapi hanya membuang muka dan berpindah tempat menjauhi saudara pertama, lalu mulai mengajak bicara saudara ke-3) Kamu tau apa yang ada di tas saya? (Membuka tas dan memperlihatkan isinya keada saudara ke-3) Aqua botol besar! Keren kan?
Saudara ke-3 : (Mengacungkan jari jempol) Si saudara pertama tadi juga beli 2 aqua tapi botol tanggung.
Saudara ke-2 : Itu club bukan aqua. Aqua sama club itu beda. Bagusan aqua. Orang air mineral dalam kemasan yang pertama kali kan ya aqua ini.
Saudara ke-3 : Ya tapi menurut saya sih sama aja lah, sama-sama air putihnya gini. Air putih mah gak ada rasanya, jadi gak ada itu namanya bagusan yang mana, yang ada harganya mahal yang mana.
Saudara ke-2 : Dibilangin, BEDA!
Dan akhirnya mereka terus berdebat, saudara ke-2 kekeh kalau aqua sama club itu beda tapi saudara ke-3 juga kekeh kalau aqua sama club itu sama, dan ya... Saya hanya bisa mengerutkan dahi seperti Anda yang sedang membaca tulisan ini.
Kotak-Kotak
Entah dua bulan atau sebulan yang lalu, saya lupa, ada seorang teman menanyakan pada saya, kira-kira jika saya sudah bisa nyoblos (Kebetulan masih belum cukup umur, hehe...), siapa yang akan saya pilih. "ee.... Gak tau.. Jokowi mungkin," "Kenapa? Orang-orang banyak yang suka sama dia, padahal..... (Saya lupa dia bilang apa, intinya dia gak suka sama Jokowi)."
Saat itu, saya gak bisa ngomong banyak-banyak, soalnya saya sendiri masih belum yakin mau pakai kemeja kotak-kotak atau baju garuda merah. Dan saat itu saya ngerasa malu juga, soalnya saya kan bilang kalo saya dukung Jokowi tapi gak bisa ngasih alasan yang kuat. Andai aja dia ngasih pertanyaan itu sekarang, saya pasti bisa ngejawabnya.
Q : Kenapa dukung Jokowi?
A : Supaya Indonesia gak dipimpin pemerintahan yang diktator.
Q : Maksudnya?
A : Pernah dalam suatu wawancara, Prabowo pernah bilang kalau Indonesia belum siap dengan demokrasi, Indonesia perlu pemerintahan yang diktator.
Q : Melihat kondisi sekarang ini dimana rakyat kerjaannya nuntut aja, baguskan kalau ada pemerintahan yang diktator?
A : Bagus buat yang mendukung, Bencana buat yang enggak.
Kalau yang diktator menang, yang mendukung enak-enak aja, yang enggak? Sudah jagoannya kalah, ngekritik juga gak bisa, tertekan rasa takut kalau-kalau buka mulut sedikit saja. Bandingkan dengan kalau yang menang bukan yang diktator, yang mendukung senang, yang gak mendukung juga tetap senang, wong tetep bisa ngoceh seenaknya kok, berekspresi semaunya, gak perlu takut 'diculik' hehehe...
Q : Tapi Jokowi kan sukanya pencitraan?
A : Selama kegiatan 'pencitraan' nya gak bikin tugasnya keteteran ya gak apa-apalah. Lagipula pencitraan itu penting loh, bukan cuma buat politisi saja, bahkan buat semua manusia. Coba baca ini.
Q : Tapi dia itu haus jabatan, masak belum selesai jadi walikota Solo sudah jadi Gubernur DKI, terus sekarang udah nyalonin jadi presiden aja.
A : Seperti kata mendiang suami Ibu Megawati, "Kalau politisi tidak pernah bermimpi
berkantor di Medan Merdeka Utara,
berarti dia bukan politisi." Lagipula kembali lagi pada kinerjanya selama menjabat baik walikota maupun gubernur, ada perubahan kan? Ada hasilnya kan? Kalau memang dia haus jabatan setidaknya dia membuktikan dia layak, dia juga sudah kerja keras.
Q : Tapi dia itu CaPres boneka!!
A : Ini yang bikin bingung, bilang Jokowi haus jabatan tapi juga disebut CaPres boneka, kalau cuma boneka, berarti bukan kehendaknya sendiri kan, berarti bukan ambisinya sendiri kan? Terus yang bener yang mana?
Saya sendiri kalau disuruh jawab secara subjektif sih mungkin (Cuma mungkin loh ya...) Jokowi ini gak terlalu ngoyo jadi presiden tapi dia tau dia mampu, makannya waktu diberi kesempatan & kepercayaan, ya dia ambil, begitu.
Sekarang keputusan mau milih siapa itu terserah diri sendiri aja. Pinter-pinter aja milih, cari info sebanyak-banyaknya. Inget, kalau sudah punya jagoan, jangan ikut kampanye hitam, terus yang penting 'JANGAN GOLPUT'.
The Hunger Games Trilogy
Meski telat banget saya baru bikin resensi trilogi ini sekarang, tapi semoga tulisan ini bisa berguna, ya minimal buat copas'an pelajar yang dapet tugas bikin resensi lah :D. So here we go,
Seri novel The Hunger Games, karya Suzanne Collins ini terdiri dari 3 buku, yang pertama ada The Hunger Games (2008), Catching Fire (2009), dan yang terakhir Mockingjay (2010). Dengan genre young adult science fiction adventure, seri ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dan menjadi best seller.
Dikisahkan ada sebuah negara distopia (Masa depan yang buruk) pascaapokalips (Akhir zaman) bernama Panem di Amerika Utara. Panem ini terdiri dari satu pemerintahan pusat bernama Capitol dan 13 distrik yang mengelilinginya. Karena para distrik merasa pembagian pemerintahan dan sumber daya tidak adil mereka pun memberontak melawan
Capitol. Pemberontakan berhasil dipadamkan dan salah satu distrik – distrik 13 – menjadi korban hingga diluluh-lantakkan.
Api pemberontakan pun padam tetapi Capitol tidak berdiam diri begitu saja. Mereka tidak ingin ada pemberontakan - pemberontakan baru muncul kembali dan meredamnya dengan cara melakukan The Hunger Games.
The Hunger Games adalah acara tahunan yang diikuti oleh seorang anak laki-laki dan perempuan yang berusia antara 12 – 18 tahun yang berasal dari dua belas distrik di sekeliling Capitol, yang dipilih melalui pengundian untuk bersaing dalam pertarungan mematikan yang disiarkan secara langsung di televisi.
Pada pengundian nama anak perempuan yang akan mewakili distrik 12 pada perayaan The Hunger Games ke 74, keluar nama seorang gadis yang baru berumur 12 tahun, Prim. Prim memiliki kakak perempuan bernama Katniss Everdeen yang mengajukan diri untuk menggantikannya mengikuti The Hunger Games.
Dan seterusnya seri novel ini menceritakan bagaimana berlangsungnya Hunger Games ke-74 yang dimenangkan 2 kontestan untuk pertama kalinya yaitu Katniss dan Peeta (Peserta laki - laki dari distrik 12). Kemenangan Katniss Everdeen dan Peeta Mellark dalam Hunger Games berbuntut panjang. Kemenangan mereka menyulut api
pemberontakan para penduduk di
beberapa distrik. Oleh sebab itu, Presiden Snow (Presiden Panem) berkunjung ke rumah Katniss. Membahas tentang tur kemenangannya. Atau lebih tepatnya, memintanya melakukan apa yang disuruhkan saat tur kemenangannya untuk meredam percikan pemberontakan pada para penduduk. Sementara itu, satu tahun setelah kemenangan Katniss dan Peeta, Capitol memiliki agenda sendiri untuk penyelenggaraan Hunger
Games yang bertepatan dengan diadakannya Quartel Quell yang ketiga. Quarter Quell merupakan edisi spesial Hunger Games yang dimuliakan yang diadakan setiap dua puluh lima tahun sekali. Karena sifatnya yang istimewa, maka pada tahun itu pesertanya diambil dari para pemenang Hunger Games sebelumnya. Dalam upaya Presiden Snow membalas dendam, Katniss dan Peeta kembali bermain dalam Hunger Games.
Katniss Everdeen selamat dari Hunger Games, dua kali. Setelah diloloskan dari Quarter Quell oleh kelompok pemberontak dari Distrik 13 yang sebelumnya diyakini sudah musnah, Katniss menjalani sesi-sesi latihan dalam kota bawah tanah di Distrik 13 untuk menjadikannya seorang pejuang, pemberontak. Seorang Mockingjay. Sementara itu, Capitol makin membenci Katniss. Capitol menghujani Distrik 12 dengan bom. Sementara itu, Peeta Mellark jadi tawanan Capitol. Katniss berasumsi Peeta sudah tewas. Sayangnya Peeta masih hidup. Peeta ditampilkan di TV dan
disiarkan ke seantero Panem dan dia dianggap sebagai pengkhianat. Kemudian para pemberontak berhasil menculiknya dan membawanya ke Distrik 13. Celakanya, Peeta sudah berubah 180 derajat. Ia ditahan dan disiksa sedemikian rupa oleh Capitol. Peeta telah dibajak dan dicuci otak. Segala kenangan masa lalunya, terutama yang berhubungan dengan Katniss, diobrak-abrik dengan racun tawon penjejak. Peeta yang baru ini melihat Katniss sebagai mutt (makhluk buas ciptaan Capitol), dan bernafsu untuk membunuhnya. Katniss depresi, stres dan menderita gangguan mental. Namun sementara itu ia terus berperang bersama para pemberontak, merebut distrik-distrik. Seakan luka-luka yang dideritanya belum cukup banyak saja. Katniss menjadi boneka Coin, pemimpin Distrik 13, sang Mockingjay yang menyulutkan api pemberontakan ke seluruh distrik. Namun ia belum mengetahui, bahwa Coin punya rencana lain terkait dengan dirinya. Katniss cuma punya satu tujuan yang menguasai benaknya, yaitu membunuh Presiden Snow dengan tangannya sendiri.
Novel ini diceritakan dengan sudut pandang orang pertama yaitu dari sudut pandang Katniss, dengan penggambaran yang detail, bahasa yang mudah dipahami, alur yang jelas, buku ini sangat patut untuk dibaca.
Novel ini bisa sebagai bacaan yang bersifat menghibur mengingat genre fiksi yang diusungnya, tapi jika kita ingin melihat dan menganalisa lebih dalam lagi mungkin ini bisa menjadi sindiran terhadap sistem pemerintahan di beberapa negara di dunia juga lebih banyak lagi amanat untuk umat manusia. Untuk saya sendiri, saat membaca buku ini, terkadang saya ketawa, kadang nangis, dan ya membuat saya merenung, beginikah nanti dunia kita di masa depan?
UN SMA 2014
Namun nasi sudah jadi bubur, pokoknya sudah berusaha semaksimal mungkin, yang terpenting sekarang berdoa semoga UN 2014 SUKSES!<br>
sumber : m.kaskus.co.id/thread/534e4eafc807e7e4088b45f9
Pulau Maho
Pendidikan Indonesia
Pada tahun 2012, berdasarkan hasil riset PISA - Program for International Student
Assessment, rata-rata nilai
siswa-siswi Indonesia menempati urutan
Kedua paling bawah dari total 65 negara.
Riset yang dilakukan adalah dengan
menguji kemampuan
akademis siswa berumur 15-16 tahun
dalam bentuk ujian tertulis untuk kategori mata pelajaran
matematika, sains, dan membaca.
Bagaimana bisa? Pelajar Indonesia kan banyak yang menjuarai olimpiade tingkat internasional? Memang benar, tapi kita harus ingat lebih banyak pelajar Indonesia yang tertinggal jauh, contohnya saja pelajar yang berada di pedalaman, perbatasan negara ataupun desa-desa kecil yang tak tersentuh globalisasi. Bahkan ada pelajar SMA Indonesia yang tidak mengerti konsep aljabar sederhana. Tapi kita memang tidak bisa percaya terhadap hasil survey begitu saja, setidaknya hasil survey ini bisa kita jadikan sebagai pengingat bahwa meski sudah banyak prestasi pelajar Indonesia di luar negeri, kita tidak boleh puas, karena pada kenyataanya masih banyak yang harus dibenahi dari sistem pendidikan Indonesia. Dan berdasarkan opini saya yang menjadi masalah utama pendidikan Indonesia adalah tidak meratanya kualitas pendidikan di Indonesia. Selain itu sistem mengajar guru di Indonesia mayoritas membuat siswa malas belajar karena selama ini siswa hanya dituntut untuk menghafal. Lalu pemikiran bahwa anak yang mendapatkan nilai bagus adalah anak yang pandai harus diubah, karena pemikiran ini selain hanya akan melahirkan lulusan - lulusan yang menguasai teori tapi tidak berketerampilan juga dapat menjadi faktor adanya budaya contek - menyontek karena pelajar mencoba menghalalkan segala cara untuk mendapat nilai yang bagus.
Sumber : m.kaskus.co.id/thread/5336b571fbca17c96c8b46c9






